Otomotif

Si Xemox dari Surabaya


WhatsApp Image 2016-08-25 at 12.18.02

Bismillah, postingan pertama nih. Semoga ngga mengecewakan yang udah nyempetin baca & berkunjung kesini. Kali ini,JB bakal bahas sedikit tentang projie. Bahkan untuk saat ini gak sekedar untuk upgrade daya pancar lampu utama saja, tapi sekarang lebih menuju ke arah “seni”, kenapa? coba lihat,projie / lampu projector sekarang sudah semakin bervariasi model & tentunya harga (siap2 aja duit tebel) untuk upgrade bohlam + ballast nya.Xemok, julukan untuk Xeon GT125 keluaran tahun 2014 warna putih punya bro yudha dari surabaya ini sudah dimodif menggunakan projie dengan spesifikasi sebagai berikut :
Projie AES Super Kingkong,Balas (lupa katanya)…Bohlam UPS 5700k 35 watt yang tentunya saat malam hari menghasilkan output cahaya luar biasa terang. Kelebihan dari penggunaan projie / projector ini adalah output cahaya yang dihasilkan tidak menyilaukan pengendara yang berlawanan arah dan juga output yg melebar,tidak pecah seperti output pada bohlam HID tanpa projector.

WhatsApp Image 2016-08-25 at 12.14.17

Total budget yang dikeluarin sama bro yudha pun tidak sedikit untuk mendapatkan kepuasan oprek projie nya. Menurut info yang di dapat,total keseluruhan sekitar 1,5jt untuk projie nya itupun belum termasuk lain – lain yang nempel di gt125 kesayangan nya.

This slideshow requires JavaScript.

Alhasil,setiap kopdar pun motor kesayangan nya selalu jadi pusat perhatian karena motornya selalu terlihat bersih dan ngga ngebosenin. Beliau juga selalu siap untuk ngeracunin teman – teman nya untuk beralih dari bohlam ke projie,tentunya dengan standart – standart yang ada dan juga tidak membahayakan pengendara lain nya. Karena menurut :

Pasal 285, Ayat (1) UULLAJ No. 22 Tahun 2009.
” Pengendara Sepeda Motor yang Tidak Memiliki Syarat Teknis seperti, Spion, Klakson, Lampu Utama, Lampu Rem, Lampu Penunjuk Arah, Alat Pemantul Cahaya, Alat Pengukur Kecepatan dan Knalpot, Di Pidana 1 Bulan Penjara atau Denda Rp. 250.000,-“

Pasal 285, Ayat (2) UULLAJ No. 22 Tahun 2009.
” Pengendara Mobil yang Tidak Memiliki Syarat Teknis seperti, Spion, Klakson, Lampu Utama, Lampu Rem, Lampu Penunjuk Arah, Alat Pemantul Cahaya, Alat Pengukur Kecepatan dan Knalpot, Di Pidana 2 Bulan Penjara atau Denda Rp. 500.000,-“

penjelasan lawas yang dijelaskan oleh @Lantas_Polresta via twiter berikut penjelesannya :

1. #HID (High Intensity Discharge) yang lebih dikenal dengan nama lampu Xenon mampu menghasilkan cahaya dengan tingkat intensitas yang tinggi.

2. Untuk tingkat keterangan warna dari lampu HID ditentukan oleh satuan derajat Kelvin (K).

3. Sedangkan untuk menyalakan lampu HID diperlukan Ballast yang merupakan alat untuk menyediakan dan mengendalikan voltase lampu termasuk juga untuk menstabilkan aliran listrik.

4. Lampu HID punya banyak tingkat keterangan yang ditentukan berdasarkan satuan derajat Kelvin (K) dan setiap nilai memiliki warna sinar lampu yang berbeda-beda.

5. Berikut adalah macam warna berdasarkan tingkat derajat Kelvin: 4300K Kuning, 5500K Putih Kekuningan, 6500K Putih, 8500K Putih-biru, 10000K Biru agak ungu, 12700K Ungu, 15000K Pink

6. Sinar lampu HID kebanyakan mengarah ke atas dan melebar. Ini jelas berbeda dengan standar yang telah diterapkan.

7. Lampu standar haruslah mengarah ke bawah. Cahaya lampu kiri sedikit melebar ke kiri dan mengarah lurus ke depan bawah,sementara lampu kanan melebar, tetapi agak sedikit mengarah ke dalam.

8. Kedua lampu mempunyai batas cahaya yang tidak mengarah ke atas (cut off) Hal ini bertujuan agar tidak membuat silau pengendara dari arah berlawanan.

9. Dan jika dirasa kurang, barulah menggunakan high-beam alias lampu jauh yang mengarah jauh ke depan dan arah pencahayannya ke atas.

10. Tapi menggunakan ini pun tidak boleh sembarangan. Biasanya lampu jauh ini digunakan untuk melihat kondisi jalan jauh ke depan, ketika penerangan minim atau tidak sama sekali.

11. Sayangnya di Indonesia kebanyakan yang digunakan adalah #HID berspektrum putih kebiruan atau bahkan putih keunguan dengna spektrum warna lebih dari 3200 Kelvin.

12. Karena sangat menyilaukan & tidak tembus hujan (tidak layak untuk digunakan harian) karena dapat membahayakan pengemudinya sendiri atau sesama pemakai jalan.

13. Padahal hampir seluruh negara Eropa, penggunaan #HID sudah dilarang karena mengganggu pengemudi lain dari arah berlawanan dari kendaraan yang menggunakan lampu Xenon (#HID)

14. Sekarang jika kita kaitkan dengan aturan dan hukum yang berlaku di Indonesia, penggunaan lampu #HID ini juga bertentangan dengan apa yang sudah diatur dalam UU No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

15. Dalam pasal 48 ayat 1 dijelaskan bahwa setiap ranmor (kendaraan bemotor) yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

16. Dijelaskan lebih lanjut pada pasal 48 ayat 3 bahwa persyaratan laik jalan ditentukan oleh kinerja minimal kendaraan, yang dalam huruf “g” memuat tentang daya pancar dan arah sinar lampu utama.

17. Kemudian dijelaskan juga pada pasal 58 bahwa setiap ranmor yang dioperasikan di jalan DILARANG memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas.

18. Jika dihubungkan dengan penggunaan lampu #HID yang menyilaukan pengguna kendaraan dari arah berlawan, bisa kita simpulkan bahwa penggunaan #HID dpt dikategorikan mengganggu keselamatan berlalu lintas dgn pancaran sinarnya yang menyilaukan.

19. Pasal 106 juga menyebutkan bahwa setiap orang yg mengemudikan ranmor di jalan wajib mematuhi ketentuan tentang persyaratan teknis & laik jalan.

20. Dalam Pasal 24 PP No. 55 Tahun 2012 disebutkan lampu utama dekat & lampu utama jauh selain sepeda

Kata penutup dari JB adalah, tetap safety dijalan dan jadilah pelopor keselamatan di jalan raya

Advertisements

One thought on “Si Xemox dari Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s